| Menuai
Untung Tiga Tahun Berturut-turut
Menyusun rencana bisnis secara matang bagi Indo.com adalah penting. Hal
itu dianggap merupakan kunci sukses di bisnis online. Ketika mengawalinya,
manajemen Indo.com menghadapi dua tantangan besar. Pertama, memberikan
informasi dan pengertian kepada para relasi di dunia pariwisata mengenai
bisnis pariwisata secara online.
Problem kedua yang harus dihadapi adalah masalah perizinan. "Karena
kita pertama kallimasuk ke situ, kita tak tahu wujudya yang mau dimasukin
ke mana,"ungkap Eka N. Ginting, Chief executive officer Indo.com.
Untuk mengetahui lebih mendalam tentang strategi Indo.com, pada 27 September
lalu, wartawan Warta Ekonomi Ferryandi Rahadyan mewawancarai Eka melalui
telepon. Berikut petikannya.
Warta Ekonomi: Bisa dijelaskan latar
belakang Anda terjun ke bisnis dotcom?
Eka N Ginting: Ini kembali ke penrtian dasar yaitu internet bisa
menurunkan biaya interaksi. Ini bersumber dari Mc.Kinsey. Biaya interaksi
ini termasuk meeting, sending brosur, pengelolaan dan pemindahan interaksi
di antara beberapa pihak. Dampak pengurangannya bisa 90%-99%. Berangkat
dari pengertian itudan beberapa riset seperti dari International data
for corporation ( IDC), adalah industri keuangan, industri komputer itu
sendiri dan industri pariwisata. Mengapa pariwisata bisa dianggap di sini
adalah jualan informasi saja. Mengapa bali online, indo.com masuk ke dunia
pariwisata tidak lainadalah dunia industri transformasi, pertukaran informasi
dan ini menarik untuk di-approach dengan teknologi internet.
Bagaimana anda mengadakan permodalan?
Permodalan di dunia internet ini modal awalnya lebih ke knowledge dibandingkan
dengan duit. Kalau dulu modalnya lebih pada perangkat-perangkat seperti
komputer, scanner dan sebagainya. Kita tidak bisa langsung beriklan gede-gedean.
Kita hanya approach partner-partner. Benar-benar cash flow kita perhatikan
sekali. Dalam waktu dua tahun sudah ada operating profit.
Berapa modal awal?
Tidak lebih dari US$ 50.000- US$ 100.000 karena waktu itu kartu kredit
saya credit limit-nya hanya US$ 750 plus tabungan sedikit.
Bagaimana perkembangan sekarang?
Yang pertama, yang menyenagkan bagi kita adalah pertumbuhan dari segi
bisnisnya sendiri. Industri pariwisata dan vendor-vendor seperti hotel
dan travel agent yang ikut berpromosi di dunia internet bersama kita,juga
meningkat pesat. Sekarang ini sudah 300-an perusahaan di Jakarta, Bali,
Bandung, dan Yogyakarta.
Apa bentuk perusahaan ini?
Travel Agency. Pokoknya segala macam seperti juga resor pariwisata. Produk
penawaran pariwisata. Perkembangannya dahsyat sekali. Selama lima tahun
orang yang sudah mengunjungi web site kita itu lebih dari 8 juta orang
dengan per bulan hitnya bisa mencapai 8-10 jutaan, mungkin 200-300 ribuan
orang dari seluruh dunia. Ini adalah orang tepat dalam arti mereka tertarik
dengan Bali dan Indonesia. Terbukti tahun lalu reservasi kamar yang diterima
itu bisa mencapai 30.0000 kamar. Ini ingin kita tingkatkan lagi untuk
level berikutnya. Untuk ke permainan yang lebih tinggi, yang lebih besar
dan qualified. Tentunya didukung dengan sales and marketing yang lebih
tangguh dan agresif.
Bagaimana persaingan dari usaha sejenis?
Persaingan itu sangat ketat sekali di dunia internasional. Jadi kita selalu
menganggap persaingan kita bukan di dunia domestik. Pada saat ini mau
menargetkan orag dari Australia, untuk ke site kita kemudian booked melalui
site kita, kita itu bersaing dengan dengan travel-travel yang besar atau
regiuonal seperti Asia Travel Mart atau Asia Hotel. Yang dari industri
pariwisata tradisionalnya akan bersaing seperti dengan Qantas holiday
yang banyak menawarkan wisata untuk warga negara Jepang. Persaingan ketat
baik dari dotcom maupun traditional companies.
Bagaimana pendapatannya?
Sulitnya untuk mengungkapkannya. Tapi selama tiga tahun terakhir ini plus
lah. Plusnya berapa lagi diaudit. Saya tak bisa kasih komentar.
Menurut Anda, bagaimana agar orang yang masuk bidang ini khususnya skala
kecil menengah, bisa berjalan lancar?
Bisnis model sendiri harus solid dan jelas. Mungkin banyak sekali yanag
pada saat sikap attitude dotcom begitu euphoria bisa dikatakan, nggak
memikirkan dengan matang dari mana dapat duitnya, dari mana operasionalnya.
Itu secara kontinu harus dicek ulang. Kedua, kalaupun business plan-nya
bagus, kedua operational excellent-nya harus dipelihara. Benar-benar bottom
line-nya jangan bakar-bakar duit untuk hal-hal yang belum jalsd. Ketiga,
industri internet itu kan industriyang paling terbuka dalam hal melakukan
aliansi atau kerjasama baik dari yang paling simple maupun kompleks yang
mencakup pemutaran kepemilikansaham dsb. Ini jarang di Indonesia. Jadi
bisnis dotcom harus membuka mata untuk bisa melakukan aliansi yang bisa
mendukung sesuai dengan model bisnisnya.
Bagaimana rencana ke depan bisnis ini?
Mungkin kita akan tarik investasi. Investor kita yang sudah masuk itu
seperti direktur ASIA Pasifik dari McKinsey dan JP Morgan. Mereka akan
mendanai program ekspansi kita dan beberapa investor yang secara institusi
akan masuk sebagai pemegang saham.
Media Name: Warta Ekonomi
Date: 30 Oktober 2000
Page: -
|